Main Menu

bunga sakura

Senin, 26 Agustus 2013

Biografi Charly ST 12



Siapa yang tak kenal Charly mantan vokalis ST12 ? Ia termasuk musisi muda yang laris manis. Setelah hengkang dari ST12 namanya kian berkibar terutama sebagai musisi dan pencipta lagu. Lagu-lagu hasil racikannya seolah jaminan mutu untuk laris dan populer. Selain sering nongol di layar kaca, namanya cukup mudah diingat dan suaranya juga khas. Artinya, meski tak melihatnya, kita bisa menduga suara siapa yang sedang melantunkan lagu itu.
Charly mantan vokalis Band ST12 yang termasuk band papan atas Indonesia. Namun siapa sangka kalau lelaki yang bernama lengkap Muhammad Charly Van Houten ini mempunyai kelakuan usil pada teman-temannya.

Gitar 

Pria yang lahir pada 5 November 1982, memang tidak bisa lepas dari yang namanya gitar. Kapan dan di mana pun, ia selalu membawa gitar. Tanpa gitar, baginya hidup terasa hambar bagai sayur tanpa garam. Maka tak heran jika saat jalan-jalan, sarapan, tidur, bahkan masuk kamar mandi pun ia tak bisa lepas dari gitarnya. 
Namun tentu saja pada saat benar-benar sedang dalam keadaan terlelap tidur, belum pernah terdengar ceritanya Charly tetap main gitar. Gitar dan Charly seperti sudah ketemu jodoh, kemana-mana nempel seperti prangko di amplop. Boleh percaya boleh pula tidak. Tapi demikianlah pria bersahaja ini selalu main gitar dimana dan kapan pun juga. Tidak mengherankan bila ketika memetik gitar Charly seolah tenggelam dalam dunia sendiri, dan darilah jari-jemarinya seringkali menemukan nada, merangkainya membentuk harmoni. Dari tangan dinginnya ini pula sudah tak terhitung jumlah lagu yang diciptakannya, baik untuk dinyanyikan sendiri maupun oleh penyanyi lain. Telah banyak pula lagu-lagunya yang laris manis dan populer.

Keluarga Musisi

Berangkat dari hobinya bermain gitar, maka Soegendri dan Toethe Hartika, ayah dan ibunya tidak melarang Charly memutuskan merantau ke Bandung (tahun 2000) untuk kuliah di bidang seni musik di Universitas Pasundan. Ternyata, bakat musisi Charly tidak bisa lepas dari darah musik yang mengalir kental pada keluarganya.
Sebut saja neneknya di Cirebon. Neneknya adalah sinden wayang yang tersohor di sana dan masih aktif hingga sekarang. Bahkan, pamannya adalah pemusik dangdut. Beliaulah yang pertama kali mengenalkannya pada dunia musik dengan memberikan sebuah gitar untuk Charly saat itu. Gitar inilah seolah menjadi tuah bahwa garis hidupnya memang tak akan jauh dari gitar. Tentu saja sang paman akan bangga melalui cara ia memperkenalkan musik pada keponakannya itu ternyata berbuah manis. Charly menjadi musisi dan penyanyi papan atas. Namanya semakin melambung setelah lagu yang dipopulerkannya dijadikan soundtrack sinetron.
Namun Charly tetap bersahaja. Ia selalu tak banyak omong dan sabar menghadapi berbagai suasana dan keadaan. Sebuah acara jebakan di televisi semakin mengukuhkan bahwa ia bukanlah seorang pria yang mudah terpancing oleh lawan. Berbagai jebakan yang disodorkannya tetap tak membuatnya gampang naik pitam. Barangkali kesabaran dan kebersahajaannya itu pula ketika berhembus angin tak sedap yaitu saat ST12 dinyatakan bubar. Charly tetap berkiprah dalam dunia musik bahkan berhasil mengorbitkan penyanyi perempuan sekalipun namanya tidak semencorong dia.

Vokalis
Bagi Charly, ia sama sekali tak menyangka kalau dirinya akan jadi vokalis. Sejak diberi gitar oleh pamannya, keinginannya hanya ingin jadi gitaris. Tidak lebih. Gitarnya selalu dipeluknya ke manapun untuk membuat lagu. Tiba-tiba, banyak masukan yang mengatakan kalau suara Charly merdu dan layak menjadi vokalis. Sejak 1998, Charly dipercaya untuk memegang posisi vokal saat ia manggung di café-cafe.

Pengamen

Dalam meniti karirnya saat kuliah di Bandung, Charly tidak pernah punya tempat tinggal tetap. Untuk tidur, dia biasanya menginap di rumah atau kosan teman dan tak jarang di studio musik tempatnya biasa melatih talenta musiknya. Untuk masalah makan, Charly terpaksa mengamen di perempatan Jalan Dago sebagai wahana latihan mental dan praktik menyanyi.
Dari tempaan jalanan itulah Charly berhasil menemukan dirinya sendiri, sosok yang sabar dan dewasa, serta vokalnya yang memiliki ciri khas seperti juga setiap ia memainkan musik. Charly termasuk pencipta lagu berdarah dingin, yang tak jarang melahirkan lagu laris dan populer kendati dari musikalitasnya tidaklah terlalu istimewa.

After Close

Setiap perjuangan selalu ada harga dan hasilnya. Hal ini pula yang dirasakan oleh Chalry yang juga sang pengagum Armand Maulana dan Al Jarreau. Charly berhasil meluncurkan sebuah album bersama band bernama After Close, sebelum kemudian ditarik untuk bergabung oleh band ST12.
Perjalanan bersama ST12 memang berbuah manis. Grup ini kemudian mensejajarkan dengan grup band papan atas yang mengusung lagu pop melayu yang telah banyak dilupakan orang. Sentuhan musik melayu yang diciptakan Charly memang terasa baru dan modern, sehingga menjadi warna baru dalam blantika musik pop Indonesia.
Namun perjalanan bersama ST12 itu ibarat pohon yang terlalu cepat berdiri dan tumbuh menjulang, sementara akarnya belum terlalu terhujam kuat. Sehingga ketika ada angin besar menempa, ia lantas gampang roboh. Namun bagi Charly yang mentalnya telah tertempa, perselisihan dengan manajemen ST12 tidak membuatnya terpuruk. Charly tetap berdiri tegak, ia makin produktif mencipta lagu dan makin laris tawaran manggung.

Usil

Selain cerdas membuat lagu, di kalangan sesama personel band ST12, Charly dianggap nakal dan usil. Ada saja kelakuannya yang kerap membuat teman-temannya jengkel. Salah satunya ia sering kali mencabut konektor pada stop kontak listrik televisi yang sedang dipakai main Play Station oleh teman-temannya. Bahkan, Charly suka sembunyi-sembunyi melahap makanan teman-temannya sehingga mereka hanya bisa gigit jari. 
Tapi kenalakan dan keisengan itu memang khas remaja yang tak terlalu diambil hati oleh teman-temannya. Charly secara pribadi tetap mampu menjalin komunikasi dan pertemanan dengan siapapun. Sehingga ketika angin tak sedap menerpa bahwa ST12 bubar, memang banyak yang bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya dengan mereka ? Padahal selama ini termasuk adem dan tentrem.
Itulah sekelumit tentang Charly, salah seorang musisi muda Indonesia yang perjalanannya masih panjang. Siapapun masih berharap akan banyak lagu lagi yang berhasil diciptakannya, baik untuk dinyanyikan sendiri maupun dinyanyikan penyanyi lain. Bagi Charly sendiri tidak masalah apakah lagu tersebut akan dinyanyikannya sendiri ataupun untuk penyanyi lain. Bagi Charly ketika lagu itu populer apalagi sampai sering dinyanyikan anak-anak di gang-gang sempit sebagai bentuk popularnya lagu tersebut, sudah merupakan kebanggaan. Dan dari sana pula tentu saja mengalir uang sebagai salah satu bentuk penghargaan dari hasil kreativitasnya.
Charly memang tidak menampik bahwa dibanding personil ST12 lainnya, ialah yang paling populer. Maklum selain sebagai pencipta lagu, Charly juga sekaligus menjadi satu-satunya vokalis. Namun tentu saja sekalipun paling populer tidak berarti ia arogan dan sok ngatur.




Tidak ada komentar: